JUNIOR SHORT DIPLOMATIC COURSE
Junior Short Diplomatic Course (JSDC) merupakan salah satu kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Ilmu Global (FISSIG), Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini berupa pelatihan dan praktik diplomasi melalui simulasi sidang internasional yang ditujukan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. JSDC secara rutin diselenggarakan setiap tahun dengan mengangkat isu-isu global yang relevan sebagai sarana edukasi dan pengembangan kapasitas generasi muda dalam memahami hubungan internasional.
Maksud & Tujuan
Melalui pelaksanaan JSDC, peserta tidak hanya diperkenalkan padamekanisme pengambilan keputusan dalam forum internasional, tetapi juga dilatih untuk menyusun argumentasi, melakukannegosiasi, serta merumuskan resolusi sebagai bentuk solusi kolektif.Proses ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pesertaterhadap keterkaitan antarisu global serta pentingnya kerja samamultilateral dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.Selain sebagai sarana penguatan kapasitas akademik, Junior ShortDiplomatic Course juga berperan dalam pengembangan karakterdan keterampilan mahasiswa Hubungan Internasional. Kegiatan inimendorong peserta untuk mengasah public speaking, criticalthinking, kepemimpinan, kerja tim, serta komunikasi diplomatik,yang menjadi kompetensi penting bagi calon diplomat muda danglobal citizen. Dengan demikian, JSDC diharapkan dapat menjadiwadah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa yang adaptif,berwawasan global, dan siap berkontribusi secara konstruktif ditengah dinamika hubungan internasional yang terus berkembang
JSDC 2026
Benefits:
* E-Certificate for all participants
* Trophy for winners
* Participant materials
* Diplomatic Dinner
* Documentation
* Conference equipment
* Meals during the event
* Networking access
* Souvenir
Register now
https://linktr.ee/MUNJSDC2026
Contact Person:
Annisa Salwa Farhana
+62 858-9305-3454
More info: @himahibudiluhur
Junior Short Diplomatic Course 2026 are open now
The Councils
UNSC
Di dunia yang penuh dengan perpecahan dan meningkatnya ketegangan, perdamaian global saat ini bukan lagi tanggung jawab satu negara saja. Ini adalah tugas bersama yang menuntut kerja sama dan kepercayaan.
Dalam dewan ini, para delegasi akan menghadapi tantangan dunia nyata seperti konflik bersenjata, persaingan antar kekuatan besar, dan ancaman keamanan yang terus berkembang. Melalui debat tentang pencegahan konflik, misi perdamaian, sanksi, dan diplomasi, para delegasi didorong untuk menemukan solusi yang memperkuat kerja sama multilateral sambil tetap menghormati kepentingan nasional dan menjaga stabilitas global.
ECOSOC
Ketidaksetaraan global terus membentuk kehidupan, peluang, dan masa depan di seluruh dunia. Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa mengundang para delegasi untuk menelaah lebih dekat realitas ketidaksetaraan dalam sistem global saat ini.
Mulai dari kemiskinan yang terus-menerus dan akses pendidikan yang terbatas hingga pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, dewan ini akan membahas strategi pembangunan inklusif, kebijakan ekonomi yang adil, dan kemitraan global yang kuat sejalan dengan SDGs. Tujuan bersama ini sederhana namun ampuh: membangun dunia di mana pertumbuhan dibagi rata, peluang setara, dan tidak ada seorang pun yang tertinggal.
UNHRC
Di era di mana teknologi bergerak lebih cepat daripada aturan yang dimaksudkan untuk membimbingnya, dan krisis global terus memperdalam kerentanan.
Hak asasi manusia saat ini diuji dengan cara-cara baru, baik secara daring maupun di masa-masa ketidakpastian.
Dewan ini mengundang para delegasi untuk mengeksplorasi bagaimana transformasi digital memengaruhi kebebasan mendasar, termasuk kebebasan berekspresi, privasi data, pengawasan, disinformasi, dan diskriminasi daring. Di luar ruang digital, krisis kemanusiaan dan konflik menempatkan komunitas yang terpinggirkan pada risiko yang lebih besar dan menuntut perlindungan yang lebih kuat.
WHA
Di luar pandemi, ada misi yang lebih besar menanti: membangun sistem kesehatan yang kuat, adil, dan mampu bertahan. Majelis Kesehatan Dunia mengundang para delegasi untuk memikirkan kembali keamanan kesehatan global dari perspektif jangka panjang.
Setelah COVID-19 mengungkap kesenjangan dalam akses layanan kesehatan, infrastruktur, dan koordinasi krisis, dewan ini mengalihkan fokusnya ke solusi berkelanjutan. Para delegasi akan membahas bagaimana memperkuat sistem kesehatan nasional, memperluas akses ke layanan kesehatan, memastikan distribusi vaksin dan obat-obatan yang adil, dan memperkuat kerja sama internasional untuk menghadapi keadaan darurat kesehatan di masa depan bersama-sama.
UNEP
Krisis iklim lebih dari sekadar tantangan lingkungan. Ini adalah masalah keadilan dan tanggung jawab. Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengundang para delegasi untuk menghubungkan perlindungan lingkungan dengan kesetaraan sosial.
Dalam dewan ini, diskusi akan berpusat pada jalur pembangunan berkelanjutan, mitigasi dan adaptasi iklim, serta tata kelola lingkungan yang adil. Karena perubahan iklim dan polusi terus berdampak paling besar pada komunitas rentan dan negara berkembang, pesannya jelas. Apa yang kita lakukan hari ini harus melindungi manusia dan planet ini, tidak hanya untuk saat ini, tetapi untuk generasi mendatang.
IAEA
Energi nuklir berada di persimpangan yang rumit antara kemajuan dan keamanan global. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengundang para delegasi untuk terlibat dalam salah satu isu paling kompleks dan sensitif dalam hubungan internasional.
Seiring semakin banyak negara beralih ke tenaga nuklir untuk mendukung kebutuhan energi berkelanjutan, kekhawatiran seputar keselamatan, proliferasi nuklir, dan keamanan internasional terus meningkat. Dalam dewan ini, para delegasi akan membahas cara-cara untuk memperkuat kerangka kerja non-proliferasi, meningkatkan standar keselamatan nuklir, dan membangun kerja sama internasional yang transparan untuk memastikan teknologi nuklir hanya digunakan untuk tujuan damai.
ASEAN
Seiring terus berkembangnya kawasan Indo-Pasifik, ASEAN berada di titik balik yang krusial. Dewan ini mengundang para delegasi untuk merenungkan bagaimana ASEAN dapat tetap menjadi jangkar stabilitas regional yang kokoh di tengah meningkatnya persaingan geopolitik.
Para delegasi akan terlibat dalam diskusi tentang kerja sama regional, integrasi ekonomi, keamanan maritim, dan diplomasi sambil membentuk strategi untuk melindungi persatuan, relevansi, dan peran sentral ASEAN dalam urusan global. Tantangannya bukan hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga memimpin bersama dalam menghadapi perubahan tersebut.
G20
Seiring teknologi terus membentuk kembali ekonomi global, kecerdasan buatan membuka jalan baru bagi produktivitas, transformasi digital, dan kemajuan industri, tetapi juga membawa tantangan yang tidak dapat diabaikan.
Dalam dewan ini, para delegasi akan mengeksplorasi kerangka kerja AI yang etis, ekonomi digital inklusif, adaptasi tenaga kerja, dan kerja sama lintas batas. Tujuan bersama adalah untuk memastikan inovasi mendorong pertumbuhan tanpa memperdalam ketidaksetaraan, sehingga kemajuan teknologi bermanfaat bagi negara maju dan negara berkembang.
HISTORY OF JUNIOR SHORT DIPLOMATIC COURSE
Best Delagate
Jessica Valetina Kurniawan
Jessica Valentina Kurniawan, seorang siswi dari SMAS Budi Luhur, membuktikan bahwa ambisi yang kuat dan semangat yang tak pernah padam mampu mengantarkan seseorang pada puncak prestasi. Melalui kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang, Jessica berhasil meraih Juara 1 dalam Junior Short Diplomacy Course 2025 yang diselenggarakan oleh HIMAHI Universitas Budi Luhur.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi. Lebih dari itu, Jessica tidak hanya mengharumkan namanya namun juga turut membawa dan mengharumkan nama SMAS Budi Luhur di ajang tersebut. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa tekad, dedikasi, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju pencapaian yang gemilang. Sosok Jessica pun menjadi inspirasi bagi banyak pelajar untuk berani bermimpi besar, berusaha tanpa lelah, dan terus membawa dirinya dan nama baik sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
Best Country Statement
SMA Budi Luhur
Hi-Feast merupakan kegiatan hiburan kebersamaan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis HIMAHI Universitas Budi Luhur dan diselenggarakan sebelum prosesi pergantian kepemimpinan organisasi.
Pada tahun ini, Hi-Feast juga dipadukan dengan kegiatan amal melalui penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial mahasiswa.
Best Country Team
SMA Negeri 78 Jakarta
Jesicca Valentina Kurniawan, seorang siswi dari SMAS Budi Luhur, membuktikan bahwa ambisi yang kuat dan semangat yang tak pernah padam mampu mengantarkan seseorang pada puncak prestasi. Melalui kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang, Jesicca berhasil meraih Juara 1 dalam Junior Short Diplomacy Course 2025 yang diselenggarakan oleh HIMAHI Universitas Budi Luhur.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi. Lebih dari itu, Jesicca tidak hanya mengharumkan namanya namun juga turut membawa dan mengharumkan nama SMAS Budi Luhur di ajang tersebut. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa tekad, dedikasi, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju pencapaian yang gemilang. Sosok Jesicca pun menjadi inspirasi bagi banyak pelajar untuk berani bermimpi besar, berusaha tanpa lelah, dan terus membawa dirinya dan nama baik sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
